Pembangunan Berkelanjutan

Oleh: M. Ghozali M. S

Pemerintah saat ini membutuhkan suplay besar untuk pembangunan di Indonesia. Suplay tersebut didapatkan dengan format HIBAH, UTANG, dll. Tapi permasalahan muncul adalah dari sekian banyak dana hibah, utang ke Negara ini tetap tidak mencukupi kebutuhan Indonesia untuk proses pembangunan. Kemana uang – uang tersebut ? Kebanyakan uang tersebut telah disalah – gunakan oleh pejabat – pejabat kita.

Masalah semakin panas ketika pembangunan perlu dilaksanakan tapi tidak punya uang. Apa yang dilakukan pemerintah ? Jawaban dari pemerintah adalah mencari investor asing maupun domestic yang mempunyai banyak uang.

Apakah masalah terselesaikan ? Jawabannya TIDAK. Karena paham bangsa ini yang dahulunya adalah PANCASILAISME berubah menjadi KAPITALISME. Semua nilai – nilai manusia beradab, gotong –royong, pemimpin yang bijaksana dan adil, serta social yang sejahtera tanpa memandang SARA telah luntur.

Pada hakikatnya pembangunan ada untuk mensejahterakan. Namun kenyataan yang ada di Indonesia sungguh sangat menyakitkan. Kesejahteraan hanya untuk kaum ELITE,jumlah kaum elit hanya sedikit, segelintir, minoritas. sedangkan untuk kaum miskin yang merupakan kaum mayoritas di negara ini kesejahteraan tidak diraasakan. Di negara ini banyak kaum miskin yang terkena penyakit karena tidak dapat mengkonsumsi makanan bergizi yang asupannya sangat dibutuhkan tubuh tersebut, banyak yang tidak dapat mengenyam pendidikan yang layak, tidak dapat berobat bila kondisi tubuhnya sedang tidak baik.

Proses pembangunan perlu modal ? Jawabannya tentu. Pembangunan merupakan proses yang berkelanjutan, yang artinya tidak untuk saat itu saja. Pembangunan selalu berpersepsi ke masa depan. Oleh sebab itu pembangunan yang baik adalah pembangunan yang berideologi lingkungan. Aspek – aspek lingkungan adalah : Biotik, Abiotik, dan Culture. Yang terjadi saat ini pembangunan ada hanya untuk mendatangkan investor yang mempunyai modal besar semata. Tapi tidak pernah ditinjau apakah investor dalam melakukan kegiatannya dia memperhatikan aspek – aspek lingkungan.

Pernah para pemodal tersebut memikirkan masyarakat sekitar di tempat dia membuat suatu badan usaha ? pernah kan ada CSR ( corporated social responsibility ). Apa itu CSR? Menurut Suhandri M. Putri, CSR adalah komitmen perusahaan atau dunia bisnis untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi yang berkelanjutan dengan memperhatikan tanggung jawab social perusahaan dan menitikberatkan pada keseimbangan antara perhatian terhadap aspek ekonomi, social dan lingkungan.

Tapi menurut M. Ghozali M. S. CSR merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh suatu badan usaha yang mana kegiatan itu membuat mereka seolah – olah bertanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat sekitar badan usaha tersebut.

  • Badan usaha memperkerjakan masyarakat sekitar selain mereka memang membutuhkan tenaga kerja tapi juga mereka mencoba untuk mensejahterakan masyarakat sekitar agar kemampuan finansial meningkatkan dan mereka mampu untuk mengkonsumsi barang yang dihasilkan oleh badan usaha tersebut.
  • Badan usaha memperhatikan kondisi lingkungan karena apabila lingkungan tercemar maka kondisi masyarakat pun memungkinkan untuk menjadi tidak baik (sakit). Apabila masyarakat sakit maka mayarakat akan mengeluarkan uang untuk mengobati tuuh mereka dan hasilnya mereka akan menjadi sulit untuk mengkonsumsi produk dari badan usaha tersebut.

PETA PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (ANALISIS KONSIDERASI)

Konsiderasi

Praktek Baik (+)

Praktek Buruk (-)

Politik

Politik sebagai alat diplomasi agar suatu harapan bias didapatkan di berbagai sektor. Politik kritis dan membangun dapat menghasilkan perubahan besar bagi pembangunan.

Ex :ntuk diplomasi terhadap pihak GAM untuk menghindari perpecahan NKRI.

Black politik menghasilkan sesuatu yang tidak baik.

Ex : Money politik : persogokan, korupsi kolusi dan nepotisme.

Politik praktis.

 

Lingkungan

Suatu paham yang berisi pengetahuan, penganalisisan tentang Abiotik, Biotik dan Culture pada suatu tempat.

Ex : Kegiatan seribu pohon sebagai upaya reboisasi dan reforestasi serta sebagai tangul hijau (green belt barrier) di DAS

 

Saya tidak mendapatkan idea sama sekali dampak negative yang dihasilkan oleh pengaplikasian Enviromentalisme yang tepat guna

Teknologi

Teknologi memudahkan manusia dalam memenuhi kebutuhannya. Apabila teknologi tepat guna.

Ex : tidak usah memasak air menggunakan kompor, tinggal klik dispenser untuk Hotwater maka kita mendapatkan air panas.

Teknologi  menyebabkan timbulnya kemalasan karena segala sesuatunya menjadi cepat dan instant.

Ex : tidak usah lagi bertemu orang (Silaturrohim) tinggal sms maka kita bisa melakukan komunikasi.

 

Sosial-Budaya

Budaya merupakan suatu tingkah laku yang bertahan dalam waktu tertentu dan digunakan oleh suatu kelompok pada suatu daerah.

Budaya Indonesia tolong menolong/gotong royong sebagai budaya asli Indonesia.

Busuknya pada pengaplikasian negativenya. Seperti gotong royong dalam melakukan tindakan KKN sering terjadi di Indonesia.

 

 

Ekonomi

Suatu kegiatan yang mana mendapatkan keuntungan sebesar mungkin dengan modal sekecil mungkin.

Ex: Bisnis waralaba seperti ankringan, burjo, café, dll.

Dampak negative ditimbulkan apabila paham ekomoni tidak ditempatkan pada porsinya.

Ex : Komersialisasi pendidikan, Komersialisasi hukum, komersialisasi. Sekarang, hanya orang kaya yang layak dianggap manusia oleh pemerintah dan semua masyarakat elite.

About CM Community

Terima kasih telah berkunjung ke Blog kami. Berminat menulis disini? Kirim tulisan anda segera ke envirojournal@gmail.com.
This entry was posted in All. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Komentar Anda Disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s