Trend Sepeda (Vixi) semakin ramai

Oleh : Orang Indonesia

Pengguna sepeda sedang mengayuh sepeda bersama teman-teman klubnya (foto contribute by: Melisa MSI)

Yogyakarta, 30 Mei 2011-Trend bersepeda kembali ramai dilakukan pengguna jalan di Yogyakarta. Apakah anda turut menyadari hal tersebut? Saya menjawabnya Ya. Ini terliha jelas di sekitar kita. Contohnya di Prodi Teknik Lingkungan. Dulu pada tahun 2007 nyaris tidak ada yang menggunakan sepeda ke kampus TL. Dapat dihitung dengan jari, satu atau dua orang saja. Kini, tahun 2011 kita dapat melihat sepeda parkir dibeberapa tempat disudut parkiran motor.

Data Earth Policy Institute menyebut, produksi sepeda dunia sebesar 94 juta per tahun dalam kurun 1990-2002 telah meningkat menjadi 130 juta pada 2007, melampaui produksi mobil yang sebesar 70 juta.

Pada hari minggu pagi. Silahkan jalan-jalan ke kaliurang. Diperjalanan anda akan menjumpai konvoi club sepeda yang se dang mendaki tanjakan jalan Malioboro. Sepeda yang banyak digunakan antara lain sepeda gunung, onthel, dan akhir-akhir ini telah muncul trend sepeda yang cukup baru

Sepeda ini biasa disebut Vixi. Sepeda yang tidak menggunakan rem tangan ini diminati banyak anak muda karena tampilannya yang simpel, warna yang menarik, dan kemudahan yang ditawarkan. Sebagai pengganti rem tangan, komponen freewell (Gear) didesain sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi kedepan maupun kebelakang. Jadi, jika anda ingin mengerem, anda hanya perlu menahan pedal agar tidak bergerak.

Vixi memiliki tampailan beraneka ragam. Namun ciri umumnya adalah ban kecil dan velg yang pipih. Tanpa rem, diwarnai sesuai keinginan pemiliknya. Biasanya menggunakan warna mencolok dibagian-bagian yang ingin ditonjolkan.

Vixi nyaman digunakan, cocok untuk bersantai. Tidak cocok didaerah turunan. Pada kecepatan tinggi, pengguna sepeda vixi harus berhati-hati terkena ayunan pedal sepeda yang berputar sebanyak putaran roda.

***********

APA SAJA MANFAATNYA?

Trend bersepeda ini sangat baik untuk mengurangi polusi diperkotaan. Dengan menghabiskan waktu satu atau dua jam sehari dengan mengayuh viksi ke kampus ataupun ke tempat kerja berarti pengguna sepeda telah mengurangi penggunaan bensn (bahan bakar fosil) untuk kendaraan bermotor sebanyak satu sampai dua liter.

Efek samping lainnya adalah kesehatan. Dengan menggunakan sepeda di tempat-tempat yang sejuk selama tiga puluh sampai satu jam, seorang pengguna sepeda telah  menghemat uangnya untuk biaya fitnes/tempat kebugaran. Mengeluarkan keringat akibat mengayuh sepeda sama artinya dengan berolahraga ringan seperti senam atau jogging. Hal ini baik untuk memperlancar peredaran darah oksigen didalam tubuh.

Kita dapat meluangkan waktu di pagi hari sebelum berangkat ke kampus atau kantor, pada sore hari ketika pekerjaan telah selesai. Atau disaat yang diinginkan untuk bersantai dengan sepeda.

Selain efek yang jelas pada fisik, bersepeda juga melatih mental untuk bersabar, merefresh pikiran, dan mengajarkan seseorang untuk memahami sebuah proses dan kerja keras. Jal ini tersirat dalam setiap kayuhan sepeda, tanjakan-turunan yang dilewati pengguna sepeda ataupun kerikil tajam yang kerap menghalangi ban sepeda. (EJ)


About CM Community

Terima kasih telah berkunjung ke Blog kami. Berminat menulis disini? Kirim tulisan anda segera ke envirojournal@gmail.com.
This entry was posted in All. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Komentar Anda Disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s