Pacaran Beda Agama di Zaman Modern

Ilustrasi

Oleh : Rockhiey

Pacaran merupakan proses pengenalan antara pria dan wanita sebelum membentuk suatu ikatan yang sah sebagai keluarga.  Biasanya, dalam tahap pacaran, pemuda dan pemudi kurang memikirkan soal agama, yang penting cinta. Akan tetapi, hal ini sangat tergantung dari pendidikan dan kebiasaan dalam keluarga. Sejauh ini konotasi pacaran mulai bergeser dari maksud dan tujuan karena modernisasi yang berkembang sehingga pacaran di jadikan ajang permainan. Namun, setelah pacaran antara muda mudi mulai jauh dari khaidah yang ada maka hal ini akan menjadi sumber masalah. Dimana akan banyak pilihan yang akan muncul dari perbedaan agama. Tentu butuh energy yang ekstra untuk  mencari jalan keluarnya. Dimana pilihan yang muncul akibat pacaran beda agama.

Resiko baru muncul kalau rambu-rambu dalam berpacaran dilanggar dan dinodai dengan perbuatan yang belum boleh dan akhirnya berakibat fisik dan sosial, yaitu hamil. Selain itu, pacaran akan menjadi tekanan kalau dinodai oleh hubungan seks yang mengharuskan,misalnya pihak perempuan, untuk tidak dapat memilih yang lain, karena sudah dengan laki-laki yang pernah berhubungan intim dengannya. Artinya, seorang dipaksa memilih karena sudah kepalang basah.

Akibat dari pelanggaran aturan main pacaran ini pada semua pasangan dan khususnya pada pasangan beda agama adalah keharusan untuk memilih sesuatu yang belum tentu dapat menguntungkan dan membahagiakannya. Pilihan karena terpaksa sering pada akhirnya akan berbuah pemaksaan-pemaksaan berikutnya. Ini yang perlu dipertimbangkan dari semula.

Apa yang mesti diketahui, secara rohani, kalau terpaksa beda?

Ini semacam pertimbangan minimal yang terpaksa diberikan. Akan tetapi melihat kenyataan situasi kita, mungkin ada baiknya dipikirkan beberapa hal ini.

Semua Agama Sama

Pandangan seperti ini menyesatkan, apalagi kalau dikaitkan dengan seseorang yang sedang menjalin cinta dengan orang beda agama. Semua agama mempunyai kekhasan dan ciri-cirinya sendiri yang jelas membedakan cara orang berelasi dengan Tuhan.Agama memang sering diturunkan dari orang tua, tetapi mudahkah kita menghilangkan atau mengubah apa yang sudah kita pahami sebagai benar dan apa yang selama ini paling cocok dengan irama hidup kita? Beda cara beda pula rasa keagamaannya.

Perbedaan di antara setiap agama, akan tetap menjadi perbedaan dan selama-lamanya begitu. Tetapi hal ini tidak sama dengan pengertian bahwa agama mesti memisahkan. Perbedaan itu dapat mungkin disatukan kalau kedua orang saling mengerti, memahami dan mengenal perbedaan kemudian memutuskan untuk saling menghormati. Tetapi hal ini selalu menjadi tugas berat kalau kedua pihak selalu mempermasalahkan dan mencari pembedaan dan bahkan saling menjatuhkan keyakinan pasangannya. Untuk itu jika kita ingin pacaran pikirkan lah semuanya. (EJ)

About CM Community

Terima kasih telah berkunjung ke Blog kami. Berminat menulis disini? Kirim tulisan anda segera ke envirojournal@gmail.com.
Gallery | This entry was posted in Motivation Story. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Komentar Anda Disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s