Efek Pemanasan Global bagi pulau kecil dan pesisir

Ilustrasi (Photo by : Imanuel)

Kehidupan manusia jaman dahulu sangat jauh berbeda dengan kehidupan manusia jaman sekarang. Kehidupan manusia jaman sekarang semakin instan. Tanpa melakukan pekerjaan yang berat, kita sudah bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. Semakin hari, benda-benda penunjang kehidupan manusia diciptakan semakin modern dan semakin canggih.

Ada banyak benda yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Contohnya kapal, motor dan mobil laut untuk alat transportasi. Jaman dahulu para pelaut menggunakan kapal layar untuk berlayar menyeberangi lautan dan mereka hanya menggunakan kuda atau unta (khusus di daerah gurun) sebagai alat transportasi darat. Sedangkan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi maka diciptakanlah alat-alat transportasi laut, darat dan udara dengan menggunakan mesin-mesin canggih yang juga menggunakan bahan bakar (minyak atau batu bara).

Alat-alat transportasi tersebut memang sangat membantu kehidupan manusia dari segi tenaga dan waktu. Contoh simpel-nya dulu berlayar dari pulau Jawa ke pulau Papua bisa memakan waktu berbulan-bulan dan waktu berlayar pun ditentukan oleh arah angin bertiup, namun sekarang dari pulau Jawa ke pulau Papua hanya dalam jangka waktu seminggu dan waktu keberangkatan kapal tidak ditentukan oleh arah angin bertiup. Sangat cepat, tidak banyak membuang tenaga dan lebih hemat.

Namun, dibalik semua kemudahan yang diberikan oleh dunia modern itu, tanpa sadar kita telah merusak Bumi tercinta ini. Alat-alat transportasi yang memudahkan kita berpergian ke manapun yang kita inginkan adalah juga merupakan alat-alat yang secara pelan-pelan merusak Bumi kita.

Asap-asap yang dikeluarkan oleh alat-alat tersebut adalah satu dari beberapa faktor yang merusak ozon. Salah satu fungsi ozon adalah untuk menjaga kestabilan suhu di Bumi. Apabila yang menjaga kestabilan suhu rusak, maka secara otomatis suhu di Bumi akan mengalami gangguan. Suhu Bumi akan meningkat, maka hal tersebut akan berdampak pula pada kehidupan manusia. Suhu meningkat menyebabkan lapisan-lapisan es di Kutub mencair.  Hal tersebut mengakibatkan volume air laut bertambah sehingga permukaan air laut naik dan daerah-daerah pesisir dataran rendah tenggelam

Indonesia terdiri dari Lima pulau besar dan 17.000-an pulau kecil. Pulau-pulau kecil itu sangat rentan terhadap kenaikan permukaan laut. Apakah anda sadar bahwa kebanyakan kota di Indonesia terletak di daerah pesisir pantai yang tingginya berkisar 1 – 5 mdpl (satu sampai lima meter dari permukaan air laut). Contohnya Jakarta, Jayapura, Surabaya dan masih banyak lagi kota-kota di Indonesia yang terletak di daerah pantai.

Apakah kamu berasal dari salah satu kota yang terletak di pinggir pantai???

Jika benar, waspadalah waspadalah…!!!

Kita tidak dapat mencegah terjadinya ketidakstabilan suhu di Bumi tersebut. Tapi kita dapat mengurangi sedikit dampaknya dengan cara bergaya hidup  ramah lingkungan. Meminimalirisir penggunaan alat-alat transportasi berbahan bakar fosil, mengurangi penggunaan CFC (Clorofluorocarbon). Walaupun sangat kecil, namun setidaknya sudah ada usaha dari diri kita. Lakukanlah dari diri kita sendiri agar menjadi contoh bagi orang lain. (Imanuel/EJ)

About CM Community

Terima kasih telah berkunjung ke Blog kami. Berminat menulis disini? Kirim tulisan anda segera ke envirojournal@gmail.com.
Gallery | This entry was posted in Global Warming. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Komentar Anda Disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s