Untuk Apa kamu berorganisasi?

Yogyakarta, 2 Agustus 2011-Beragam alasan menjadi latar belakang seseorang masuk ke Organisasi. Ada seribu alasan, bahkan lebih. Setiap orang punya jawaban yang beda. Namun, ada beberapa alasan yang umum diucapkan banyak orang saat ditanya, mengapa dia berorganisasi. Kita simak yuk..!

-Panggilan jiwa

Wah, ini alasan yang menyentuh hati. Memangnya bisa seseorang terpanggil untuk bergabung dalam sebuah organisasi? Bisa saja. Biasanya orang yang terpanggil untuk masuk satu organisasi tertentu telah mengetahui banyak tentang organisasi tersebut.

Setidaknya, yang bersangkutan tahu latar belakang organisasi yang dimaksud. Tahu sejarahnya secara umum, dan tahu masalah-masalah yang dihadapi organisasi itu.

Bisa jadi, masalah-masalah itulah yang menarik dirinya untuk masuk. Berpartisipasi didalamnya, bersama yang lainnya untuk menyelesaikan masalah itu.

-Ingin dapat pengalaman

Ini jawaban paling umum. Paling basi, sekaligus paling bias. Namun jawaban ini juga termasuk paling baik. Orang berorganisasi tentu saja akan mendapatkan pengalaman. Sedikit atau banyak pengalaman yang didapat, tergantung dari keaktifannya di Organisasi.

Ada banyak jenis atau contoh pengalaman. Namun, biasanya yang disebut pengalaman merujuk pada sesuatu kejadian yang dialami langsung oleh si pelaku. Pengalaman seperti inilah yang banyak dicari.

Pengalaman pribadi menjadi menarik untuk dicari karena :

  • Tidak akan sama pengalaman satu orang dengan lainnya
  • Pengalaman langsung tidak dapat dibeli
  • Sangat berbeda antara mendengarkan pengalaman orang lain, dengan melakukan sendiri

Organisasi memang tempat menimba pengalaman sebanyak-banyaknya. Pengalaman ini ada yang bermanfaat langsung, ada juga yang manfaatnya baru dirasakan setelah yang bersangkutan “dilepas” di masyarakat

-Cari teman, memperluas pergaulan

Semakin banyak teman, semakin memudahkan hidup. Kata pepatah : “Menambah banyak musuh dalam sekejap sangat mudah, tapi menambah satu teman yang baik tidak mudah“.

Mengapa “mencari teman” menjadi alasan yang lazim dilontarkan seseorang? Ya, karena memang di organisasi seseorang akan berinteraksi, bertemu, berkomunikasi, bergaul dengan banyak orang.

Beberapa orang tertentu bahkan bisa terlibat dalam interaksi yang intens, sehingga menimbulkan persahabatan yang akrab. Hal ini bisa dikarenakan tugas yang dikerjakan sama, bisa karena lokasi sama, bisa karena faktor lain.

Hubungan pertemanan biasanya tercipta karena kesamaan persepsi, pemikiran-pandangan, kesamaan tujuan, adanya kedekatan-kedekatan lain, misalnya kesamaan daerah asal, agama, ras, bahasa, tokoh idola dan lain-lain yang kemudian dipertemukan dalam sebuah organisasi.

Semua cara memungkinkan orang untuk berteman dalam organisasi.

-Cari Jodoh-pasangan

Walaupun agak kurang baik, namun kesempatan di organisasi bisa juga dimanfaatkan untuk hal ini. Terutama organisasi yang memungkinkan orang berlainan jenis bertemu, bersosialisasi sangat mendukung tujuan diatas.

Terkadang di sebuah organisasi, ada saja seseorang tokoh yang diidolakan oleh lawan jenisnya. Atau ada saja anggota organisasi yang disukai banyak anggota lain yang berlainan jenis kelamin, karena ketampanan, kecantikan, kecerdasan, dan faktor lain.

Banyak contoh, kolega dalam organisasi menjadi pasangan hidup dikemudian hari. Atau minimal menjadi kekasih/pacar selama beberapa waktu (masalah jodoh tidak ada yang tahu kan?)

-Ingin dapat “obyekan” – Ngobyek

Ini suatu tujuan yang buruk. Sekarang sudah banyak orang yang melakukannya. Baik dalam organisasi kecil maupun besar. Meski begitu, tujuan semacam ini tetap tidak dapat dikatakan sebagai tujuan baik, apalagi mulia.

Di organisasi biasanya ada berbagai kegiatan. Kegiatan-kegiatan itu butuh pendanaan. Nah, keuntungan daapt diperoleh dari “manipulasi” dana organisasi ini. Kasus yang paling banyak dilakukan adalah Mark Up atau penggelembungan biaya operasional.

Biasanya si pencari keuntungan memanfaatkan selisih harga antara satu tempat pemesanan barang dengan tempat lainnya. Bahkan ada juga alumnus-alumnus organisasi yang sengaja membuka usaha untuk hal-hal berkaitan dengan organisasi, mengingat keuntungan yang diperoleh cukup lumayan.

Dengan masuk organisasi, bukankah kemungkinan untuk mendapatkan “proyek obyekan” ini lebih terbuka? Ya, tentu saja.

Begitulah, banyak alasan orang masuk organisasi. Masih ada alasan-alasan umum lainnya. Namun untuk kesempatan kali ini kita cukupkan sampai disini dulu. Tunggu update-annya ya.!! (Nurul Amin/EJ)

About CM Community

Terima kasih telah berkunjung ke Blog kami. Berminat menulis disini? Kirim tulisan anda segera ke envirojournal@gmail.com.
Gallery | This entry was posted in Motivation Story, Organisasi kampus and tagged . Bookmark the permalink.

Tinggalkan Komentar Anda Disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s