Bagaimana jika impian jauh dari kenyataan?

Yogyakarta, 09 Agustus 2011-Setiap orang punya impian dalam hidupnya. Dalam lingkup lebih kecil, orang-orang punya harapan. Kadangkala sesuatu yang direncanakan untuk mewujudkan harapan itu tak selalu berjalan mulus. Ada banyak halangan dan rintangan, sehingga terkadang orang-orang merasa bahwa harapannya jauh dari kenyataan

Meski masih berupa prediksi, terkadang jauhnya harapan dari kenyataan itu memunculkan ketakutan didalam diri. Takut akan apa yang terjadi jika memang benar nantinya harapan tidak tercapai.

Setiap orang bebas untuk berharap. Setiap orang bebas untuk punya impian. Ketakutan atau keraguan adalah hal yang wajar ada didalam diri seseorang. Meski itu bukanlah hal yang baik jika terus ada dan tak kunjung hilang

Beberapa orang menanggapi ketakutan itu secara salah. Ketika mengetahui, dari kenyataan-kenyataan kecil yang terjadi selama proses mewujudkan harapan itu, bahwa harapannya kemungkinan tak sejalan dengan kenyataan yang ada, ada orang yang menjadi frustasi dan putus asa. Menganggap semua jalan menjadi gelap, tak mendapat solusi dan ahirnya putus asa.

Sebenarnya inilah tantangan terberat yang dihadapi seseorang dalam proses mencapai impian dan harapannya. Bagian inilah yang seringkali membuat orang terjerumus dalam kegagalan.

Kesalahan menanggapi ketakutan, rasa cemas, was-was, dan keraguan akan berakibat fatal pada proses dan secara keseluruhan dapat menggagalkan proses yang sedang berlangsung.

Gagal dan berhasil adalah hal yang pasti dalam sebuah proses. Dua hal ini selalu berdampingan, yang satu akhirnya menyingkirkan yang lain. Jika gagal atau berhasil itu sudah pasti, maka mebenarnya menjalani seluruh proses dengan maksimal dan optimis lah yang lebih penting.

Keraguan itu lumrah, ketakutan itu lumrah. Namun keduanya tidak semestinya membuat kinerja seseorang menjadi berkurang, atau memunculkan sikap pesimis.

Jika seseorang gagal, tetapi dia telah menjalani proses secara maksimal, namun keberuntungan belum berpihak padanya. Anggaplah ini sebagai sebuah pembelajaran, tariklah hikmah didalamnya, evaluasi kesalahan-kesalahan, dan gunakan itu dikemudian hari untuk pelajaran pada rencana-rencana yang lain.

Seseorang yang rencananya gagal, atau harapannya tidak tercapai, akan lebih gagal lagi jika dia tidak bisa mengambil hikmah dari kegagalan.

Dengan berani mencoba apa yang rencanakan, melaksanakan prosesnya secara maksimal, meski akhirnya berujung pada kegagalan, berarti seseorang telah mengusahakan sesuatu untuk sebuah keberhasilan. Dalam arti seseorang itu telah mencoba untuk berhasil.

Well, tak ada yag perlu ditakutkan dari sebuah ketakutan atau keraguan. Yang perlu dikhawatirkan adalah, bagaimana seseorang menanggapi kenyataan-kenyataan kecil dalam proses menjalankan renca, dimana dirasakan bahwa apa yang terjadi mengarah pada ketidakberhasilan.

Selamat mencoba sebuah rencana. Semoga berhasil..!! (Nurul Amin/EJ)

About CM Community

Terima kasih telah berkunjung ke Blog kami. Berminat menulis disini? Kirim tulisan anda segera ke envirojournal@gmail.com.
Gallery | This entry was posted in Motivation Story. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Komentar Anda Disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s