VEI : Volcanic Explosivity Index (Indeks Eksplosivitas Gunung Api)

Yogyakarta, 15 Agustus 2011-Volcanic Explosivity Index (VEI) atau indeks eksposivitas gunung api adalah skala yang digunakan untuk mengukur kekuatan letusan gunung api. Gunung api Indonesia menjadi juara berdasarkan Indeks ini.

Skala yang pertama kali diciptakan di Smithsonian Institution, Washington D. C ini didasarkan pada dua hal, yaitu Jumlah material yang dilontarkan saat letusan, dan ketinggian lontaran material tersebut ke atmosfer (Simon Winchester, Krakatau).

Beberapa gunung di Indonesia merupakan gunung terdahsyat yang pernah meletus. Salah satu yang pernah tercatat secara cukup akurat dalam sejarah modern adalah gunung Krakatau diselat sunda.

Letusan Krakatau terjadi tahun 27 Agustus 1883, berhasil memperoleh skala 6.5 VEI, material vulkanik yang dilontarkan sebanyak 6 mil kubik, Tsunami setinggi 115 kaki dengan jumlah korban jiwa lebih dari 36.000 orang.

Sebelumnya, 74.000 tahun yang lalu, pada zaman purba, Gunung Toba juga meletus dengan sangat dahsyat. Bahkan letusan Gunung toba ini dianggap oleh ilmuan diseluruh di dunia sebagai letusan terbesar sepanjang sejarah.

Letusan gunung toba memperoleh angka 8 dalam skala VEI, angka tertinggi dari skala itu. Letusannya ini menciptakan danau toba yang kita kenal sekarang, dengan panjang 50 mil dan lebar 15 mil, sedangkan tinggi kaldera yang dibentuk letusan itu sekitar 800 kaki

Berpuluh tahun sebelum letusan Krakatau, tepatnya tahun 1815, juga telah terjadi letusan sangat dahsyat di Wilayah Indonesia. Kali ini di tempat yang kita kenal sebagai pulau Sumbawa sekarang, yaitu Gunung Tambora.

Letusannya memperoleh angka 7 dalam skala VEI. Hasil letusannya menewaskan 50.000 orang, melenyapkan satu bahasa (bahasa Tambora). Material vulkanik yang dimuntahkan sebanyak 11 mil kubik dan berhasil menurunkan suhu bumi satu derajat celcius lebih rendah dari biasanya.

Bagaimana dengan letusan Gunung Merapi yang menewaskan lebih dari 275 orang (BPNB, 18/11 2011) warga DIY dan Jawa tengah?

Menurut data ESDM pada hari Senin, 01 November 2010, letusan ini memuntahkan sekitar 140 juta meter kubik atau o,14 kilometer kubik material vulkanik. Berpedoman dari skala VEI ini, erupsi merapi tahun 2010 berada di skala 4 VEI dan ketinggian muntahannya mencapai 7.5 km.

Wilayah Indonesia yang merupakan wilayah pertemuan berbagai lempeng tektonik (oceanic plate dan continent plate), sehingga sangat wajar jika terdapat puluhan bahkan ratusan gunung api. (Nurul Amin/EJ)

About CM Community

Terima kasih telah berkunjung ke Blog kami. Berminat menulis disini? Kirim tulisan anda segera ke envirojournal@gmail.com.
Gallery | This entry was posted in Geography, Geology and tagged . Bookmark the permalink.

Tinggalkan Komentar Anda Disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s