Anak Krakatau : Birth of the sky pillar (Anak Krakatau : Kelahiran sang pilar langit)

Sumber foto: http://mustafa.student.umm.ac.id /files/2011/07/e.jpg

Sang pilar langit tuah telah menghancurkan dirinya dalam sebuah ledakan monumental, fenomenal dan membahana keseluruh dunia pada 27 Agustus 1883. Krakatau yang indah namun memberikan kengerian luar biasa kini telah musnah

Pada dasarnya, dalam ingatan sejarah dunia, Krakatau mengacu pada sebuah gunung api strato vulcano yang meledak pada tahun 1883 dan sekaligus melenyapkan dirinya sendiri. Hingga pada 11 Agustus 1930 di puing-puing kehancurannya itu muncul sebuah gunung baru secara permanen, yang sekarang dikenal dengan nama Anak Krakatau.

Sebelumnya, Anak Krakatau yang baru lahir ini telah melakukan usaha kelahiran sebanyak 3 kali. Kelahiran pertama Juni 1927 berupa gelembung-gelembung buih dan dan munculnya rekahan di bekas kaldera Krakatau, cikal bakal letusan yang menciptakan Anak krakatau.

Usaha tersebut semakin meningkat pada 26 Januari 1928 ketika gelembung dan nyala api berubah menjadi abu dan batuan solid. Usaha ini berhasil menciptakan daratan sepanjang 500 kaki dengan tinggi 10 kaki, yang kemudian diberi nama Anak Krakatau oleh Geofisikawan Russia bernama W.A Petroeschevsky yang berada disana khusus untuk meneliti kelahiran gunung muda ini. Anak Krakatau kedua ini hancur oleh gerusan ombak besar yang ada di perairan itu sekitar bulan mei-juni 1928

Asap putih yang selalu ada diatas kawah Anak Krakatau.

Kelahiran yang ketiga tidak diketahui penanggalannya, namun kehancurannya diketahui terjadi pada awal Agustus 1930 karena meledakkan dirinya sendiri lalu kembali tenggelam kedalam kawah kaldera gunung induk raksasa itu.

Tidak butuh waktu lama bagi Anak Krakatau untuk lahir kembali. Kali ini dengan persiapan dan kemapanan yang lebih tinggi. Pertama, Anak Krakatau membuat pulau abu berbentuk cincin donat berwarna hitam, kemudian pada hari kedua dia meledakkan dirinya sendiri dengan sebuah letusan phreatomagmatic (letusan yang muncul akibat bercampurnya magma yang panas dengan air laut yang dingin) besar. Letusan melontarkan batu-batu sangat besar setinggi hampir satu mil, lalu jatuh tepat di pulau yang telah dibuatnya itu. Dia lahir kembali pada tanggal 11 Agustus 1930.

Onggokan batu-batu super besar yang sulit tergerus ombak ini memungkinkannya untuk terus mengonsolidasikan diri, menambah jumlah timbunan diatasnya. Dan Anak Krakatau pun berhasil membuat dirinya menjadi permanen, tanpa gerusan ombak lagi yang mampu menggerus keberadaannya. Kini dia telah mapan berada di 6°6′0″LS,105°25′0″BT sampai waktu yang tak bisa ditentukan

Sumber : Citra IKONOS 2005

Anak Krakatau terus tumbuh. Kini, pertumbuhannya mencapai 7-9 meter pertahun. Pada tahun 1935 diameternya sekitar 1200 meter dengan tinggi 63 meter, tahun 1940 tingginya sudah 125 meter, tahun 1955 tingginya 155 meter. Tahun 2010 ketinggiannya mencapai 230 meter diatas permukaan laut. Bapaknya dulu, ketika meletus memiliki ketinggian 813 meter diatas permukaan laut. (Nurul Amin/EJ)

About CM Community

Terima kasih telah berkunjung ke Blog kami. Berminat menulis disini? Kirim tulisan anda segera ke envirojournal@gmail.com.
Gallery | This entry was posted in Geology and tagged . Bookmark the permalink.

Tinggalkan Komentar Anda Disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s