POLEMIK OSPEK UPN 2011

Hidup Mahasiswa..!!!

Yogyakarta, 22 Agustus 2011-Penyelenggaraan OSPEK di UPN (University Pengen Negeri) kembali menuai polemik. Kali ini bukan permasalahan waktu seperti biasa, melainkan masalah kepanitiaan. Diperkirakan, polemik ini bisa berefek kepada mahasiswa baru dan penyelenggaraan Ospek secara keseluruhan.

Setelah berhasil menetapkan waktu yang ideal, kini masalah kembali muncul. Konsep Ospek UPN (University Pengen Negeri) tahun 2011 ini tidak dipegang oleh mahasiswa, melainkan langsung digodong oleh beberapa orang birokrasi kampus.

Model kepanitiaan masih menggunakan kepanitiaan bersama, namun berbeda 180 derajat dibanding tahun lalu. Saat itu, mahasiswa diberi kesempatan untuk berkreatifitas dalam membuat konsep dan kesuksesan Ospek, kali ini tidak. Mahasiswa hanya diberi kesempatan jadi pesuruh (pekerja teknis).

Lebih parah lagi, menurut kabar yang beredar belakangan, dan telah dikonfirmasi oleh beberapa pejabat DPM dan BEM, menyebutkan bahwa ternyata SC (sterring commit) dan OC (Organizing Commite) yang dibentuk melalui forum OK (Organisasi Kemahasiswaan) ternyata telah mengundurkan diri dari keterlibatannya didalam Ospek.

Terdengar desas-desus bahwa ketua OC berinisial E telah dilobi secara persuasif oleh seseorang berinisial BK yang sangat memiliki kepentingan dalam Ospek kali ini. Menurut kabar tersebut, si E adalah mahasiswa bimbingan dari seseorang berinisial BK tersebut, sehingga si E mudah diluluhkan.

Belum dikonfirmasi apa yang menyebabkan SC mengundurkan diri. Sejauh ini belum terdengar pernyataan dari ketua SC berinisial OWK.

Presma, saat ditanyakan melalui telpon tentang polemik ini mengatakan “Saya kira SC dan OC cukup mengetahui kondisi ini. Kita realistis aja lah”. Perlu di ketahui sekarang Presma UPN (University Pengen Negeri) sedang tidak berada di Negaranya.

Di tempat terpisah, IB, dari Komisi Internal yang diserahi tanggungjawab oleh ketua DPM (melalui surat kuasa yang ditunjukkan IB) untuk mengurusi permasalahan Ospek ini mengaku kewalahan. Disamping kurangnya jumlah personil yang membantunya  lapangan, kesusahan ditambah lagi dengan minimnya koordinasi antara DPM dan BEM, SC dan OC, dan panitia (mahasiswa) dan birokrasi.

IB mengatakan, “Saya sudah beberapa kali mengatakan, dan mengajak diskusi, tapi tak ada tanggapan. Akhirnya saya berinisiatif mengambil alih untuk mengadakan rapat OK”. Sekarang ini, IB hanya bisa berharap pada kekompakan para pemimpin OK di fakultas dan Jurusan, karena OK di Universitas terkesan melepas tanggungjawabnya.

Sangat disayangkan sekali. Didalam kondisi kritis, dimana sangat dibutuhkan motivasi dari seorang pemimpin, dua pemimpin tertinggi di OK universitas itu tidak di tempat (Pulang kampung) Padahal, jika mereka ada bersama staff-staff-nya, mungkin banyak hal positif yang dapat dilakukan terkait Ospek 2011

**************

Jika demikian ironisnya cerita BEM dan DPM di UPN (University Pengen Negeri), beda halnya dengan MENWA (sebuah organisasi semimiliter didalam kampus). Ospek 2011 ini adalah keberuntungan yang lama ditunggu oleh mereka. Menurut kabar yang diperoleh dari IB, Seluruh petugas MENWA akan menjadi personil keamanan di Ospek ini.

Hal ini barangkali sejajar dengan pernyataan ketua Yayasan yang dirilis oleh DPM beberapa waktu lalu, dimana MENWA akan “dibesarkan kembali“, dengan usaha-usaha penambahan jumlah anggota.Tentu saja, karena mereka petugas keamanan satu-satunya, ini menjadi media promosi yang jitu, dibanding waktu EXPO UKM yang hanya tersedia sedikit untuk 24 UKM di UPN

****************

Kondisi beberapa hari ini cukup sulit diprediksi. Beberapa simpatisan OK yang mengerti dan punya militansi tentang masalah ospek ini mengkhawatirkan ada gerakan dari mahasiswa yang gelisah.

“Bisa saja karena OK dibuat kecewa terus oleh birokrasi, lalu mereka mengkonsepkan gerakan yang lebih besar dari biasanya, sebab partisipasi dan kreatifitas mahasiswa di Ospek tahun ini turun drastis” Kata salah satu sumber yang tak ingin disebut inisialnya

Disatu sisi, terlihat ketidakkompakan OK dalam menyikapi masalah Ospek ini. BEM, lembaga eksekutor yang seharusnya berdiri paling depan malah terkesan lepas tangan, sementara BEM Fakultas dan Jurusan sedang menunggu kepastian dari mereka. DPM lah yang mau tak mau mengambil alih “vacum of power” sementara ini.

Sepertinya birokrasi UPN (University Pengen Negeri) telah membaca angin ketidakkompakan ini sejak jauh hari. Disinyalir, mereka (birokrasi) melalui seseorang berinisial BK sebagai pentolannya itu telah menyiapkan panitia sejak awal. Jadi, dengan atau tanpa keterlibatan OK, sebenarnya Ospek sudah bisa jalan.

Selain itu, usaha memecah belah persatuan Gerakan Mahasiswa juga telah dilakukan. Salah satunya dengan menimbulkan benturan kepentingan BEM Fakultas dan Jurusan di satu sisi,  BEM dan DPM di sisi yang lain.

Ospek Fakultas dan Jurusan seakan tidak terlalu mendapat tekanan, dalam hal Konsep, aturan dan kepanitiaan, sebagaimana yang dirasakan di panitia ospek Universitas. hal ini kemudian membuah pengurus OK di Jurusan dan Fakultas merasa mendapat kemudahan  dan menjadi apatis terhadap masalah yang dihadapi BEM dan DPM. Tidak ada solidaritas yang menopang dua lembaga teratas tersebut.

Demikian rapinya BK dan kawan-kawan bergerak, sampai-sampai bau busuk itu baru tercium akhir-akhir ini oleh beberapa pengurus OK. Ternyata, BK telah menyiapkan panitia (mahasiswa) dari mahasiswa/i bimbingannya. Karena kesuksesannya ini dia dengan tenang pernah mengatakan secara informal bahwa “Omongan Ketua DPM itu sampah” demikian dikonfirmasi oleh IB kemarin

Atas jasa-jasanya itu, BK mendapat ucapan selamat berupa sms (short message service) dari SB, Warek I bidang akademik dan kemahasiswaan yang berbunyi : “Selamat, bapak sudah bisa mengendalikan mahasiswa”. Demikian diceritakan oleh IB. Dari kata-kata ini kita dapat melihat, bahwa semua ini telah dipersiapkan sejak lama, bahkan mungkin bertahun-tahun

***************

Menilik beberapa polemik ini, dimana BEM dan DPM atau OK secara umum seakan dimandulkan, sementara ada satu organisasi semimiliter yang di-anak-emaskan (yang lain tidak), adanya pola perencanaan yang rapi, ketidakkompakan mahasiswa yang dijaga dan semakin diperbesar, usaha memecah belah, dan pernyataan yang propokativ dari beberapa Oknum birokrasi menimbulkan kesan kecurigaan oleh banyak pengamat gerakan mahasiswa.

GI (Seorang pengamat gerakan mahasiswa, Dosen) yang dihubungi melalui telpon beberapa waktu lalu mengatakan, memang dibeberapa kampus sekarang sedang terjadi banyak hal terkait pengurangan gerak mahasiswa dalam dunia gerakan mahasiswa.

Penguatan salah satu organisasi kampus berbasis semimiliter terjadi dibanyak kampus, demikian juga dengan pembekuan BEM dan organisasi gerakan lain. Hal ini tujuannya memang untuk mengecilkan gerakan politis mahasiswa.

Disamping itu, kabarnya tahun 2012 akan terjadi gerakan besar yang mengkritik pemerintah. Oleh sebab itu, pemerintah butuh tameng untuk menghadapi gerakan mahasiswa ini. Dan karena itulah salah satu organisasi kampus yang pro-pemerintah dikuatkan, aturan diperketat, dan organisasi yang kontra dikerdilkan, bahkan dimatikan

GI menyarankan, seandainya terjadi gerakan besar-besaran mahasiswa, diusahakan jangan sampai bersinggungan dengan masalah hukum dan kriminal (pengrusakan dsb), karena masalah hukum akan memudahkan aparat untuk merepresif mahasiswa dan akhirnya mematikan gerakan itu sendiri. Masalah hukum dapat menjadi alasan yang tak terbantahkan, dan itu memang jebakan, dan ditunggu-tunggu oleh aparat, melalui cara provokatif salah satunya.

“Jangan pernah takut selama kita benar” Demikian katanya memberi semangat.

Nah, sekian banyak tulisan ini semoga memberi pencerahan. Ajakan dari penulis, sebaiknya OK di UPN (University Pengen Negeri) merapatkan barisan, membahas masalah ini bersama, temukan solusi terbaik, dan jalani bersama. Kita harus bersatu kembali untuk merebut hal-hak kita yang dirampas

Sambil melihat mahasiswa terpecah belah, birokrasi tertawa sambil menguatkan barisan.

Salam Penulis

Nurul Amin/EJ

About CM Community

Terima kasih telah berkunjung ke Blog kami. Berminat menulis disini? Kirim tulisan anda segera ke envirojournal@gmail.com.
Gallery | This entry was posted in Organisasi kampus. Bookmark the permalink.

12 Responses to POLEMIK OSPEK UPN 2011

  1. Elo Tingan says:

    Sip mantab bang lanjutkan ^^

  2. cahaya says:

    permisi kakak admin,,
    aku salah satu maba yg akan ikut PKK thn ini
    kalau blh kami tau,, apa dampak yg akan kami para maba dpt kan dri mslh ini??
    mgkn kami tidk terlalu mengerti apa yg sedang terjadi dsna,, jd mohon sharenya kak,,
    terima kasih sblmnya,,🙂

  3. enviroleeb says:

    Dampak jangka pendeknya apabila PKK dipegang birokrasi tidak ada, tapi dampak jangka panjangnya buat maba cukup besar dan berbahaya, terutama untuk gerakan mahasiswa yang didalamnya nantinya ada maba itu sendiri. Pelan-pelan mahasiswa dipecah belah, ada yang jadi pengikut birokrasi tanpa pandang bulu, ada yang tak peduli tanpa pandang bulu, ada yang melawan tanpa pandang bulu juga…hehehe Ngerti ga?😀

    Dampak yang mungkin terjadi bila keadaan jadi kacau :
    1.bisa saja terjadi boikot PKK, penarikan maba, atau lain-lain
    2.Demonstrasi dan unjuk-rasa
    3.Kebingungan dari pihak Maba

    Rajin-rajin liat perkembangan aja dek. soalnya dalam kondisi begini, keadaan bisa cepat berubah😀

    Mohon doanya buat kakak-kakak di Organisasi Kemahasiswaan ya

  4. enviroleeb says:

    OK ELo, Berdirilah di barisan terdepan, jika mas elO juga peduli..
    Estafet harus dilanjutkan pada orang yang benar…hahaha😀

  5. cahaya says:

    hehe,, ngerti tapi msh bingung kak,,
    maafin kami jg ya kak kalau para maba nanya di grup suka agak frontal gt,, yah mungkin kebanyakan dari kami pengen info secepatnya buat mempersiapkan keperluan PKK dan bnyk juga diantara kami yg gk tinggal di dlm kota Yogyakarta.
    semoga cepat kelar y masalah dsna,, dan PKK ini pun bisa berjalan lancar. aminn🙂

  6. Ve Ready says:

    iya min..
    aku dengar2 juga kayak gitu sikonnya kampus ini..
    kok jd kayaknya yah??
    kayaknya emang sudah di setting matang oleh berokrat tuh min…
    sampe sekarang sejauh mana birokrat menyiapkan PKK 2011??

  7. MabaYangPeduliUPN says:

    Ada point yang saya ambil dari tulisan di atas.. terkait dengan kemungkinan yang terjadi di tahun 2012 dalam gerakan besar2an dalam mengkritik pemerintah..
    Menurut saya wajar aja pemerintah khawatir dengan kemungkinan ini.. Mungkin reformasi yang selanjutnya menyerupai tragedi 1998 silam akan terjadi.. Tapi cara nya dalam mengambil alih peran mahasiswa tanpa di sertai tanggung jawab itu yang salah. Ini permainan banci.. Untuk saat ini belum bisa dipastikan siapa dalang nya.
    Menurut saya, terserah birokrasi kalau emang merasa lebih tau apa yang harus dilakukan,, namun jangan lepas tangan begitu saja. Masalah nya ini berpotensi menjadikan maba sebagai korban nya.. Kasihan juga mereka.

    Saya tidak pro dan kontra terhadap siapa pun, hanya yang di harapkan adalah tanggung jawab. Dan juga benar kata2 dari GI, “jangan pernah takut selama kita benar”. Namun jangan sampai menimbulkan sesuatu yang bersinggungan dengan hukum. Kita boleh saja menentang pemerintah jika rasanya itu tidak benar, tapi kita tidak bisa menentang Pancasila dan UUD 1945. Karena hukum pun juga berasal dari bagian ideologi tersebut.

    Untuk kakak-kakak yang bergerak aktif di Organisasi Kemahasiswaan, “you know what to do”. Dan yang penting jangan sekali-sekali terpengaruh oleh berbagai macam pengaruh yang bertujuan memecah belah mahasiswa. Kita satu keluarga mahasiswa UPN, tidak peduli berasal dari daerah mana maupun fakultas apa, tapi yang penting demi satu tujuan kita yang benar jangan pernah takut untuk berbuat. Saya doakan yang terbaik buat kakak-kakak di Organisasi Kemahasiswaan. Karena kami pun adalah penerus kalian juga nanti nya..

  8. enviroleeb says:

    Persiapan mereka sangat matang, kecuali teknis karena mereka belum berpengalaman, oleh sebab itu mereka tetap merekrut mahasiswa (mhs bimbingan dosen ybs)🙂

  9. enviroleeb says:

    Andai banyak pemimpin OK dan Mhs UPiN berpikiran seperti ini, mungkin masalahnya bisa clear, sayangnya tidak seperti itu kenyataannya. Mhs tidak satu suara, Ok juga tak satu suara. Ada beberapa yang disinyalir mencari muka dengan mengeorbankan yang lain.

    Konsolidasi semakin sulit karena waktu semakin mepet. Sekarang yang diperlukan langkah taktis dan cepat. Sikap mahasswa melalui pemimpin OK nya masih kabur. ini harus diperjelas dan dipertegas lagi. Lalu dilaksanakan🙂

  10. enviroleeb says:

    Ga apa-apa. Proaktif itu bagus. Dipertahankan ya😀
    Jangan setelah jadi mahasiswa malah jadi apatis. OK

  11. Sangkil says:

    Para Mahasiswa yth
    Para Mahasiswa Baru yth
    Para Pengurus OK yth

    Saya sebagai alumni UPNVY sangat menitikkan air mata membaca tulisan tsb.
    Sepengetahuan saya, sampai saat ini Perguruan Tinggi tidak pernah mencari mahasiswa karena keiinginan Perguruan Tinggi tersebut, tetapi karena keinginan kita untuk masuk di Perguruan Tinggi yang kita pilih karena sesuai dengan kemampuan kecerdasan kita.
    Derngan demikian, UPNVY itu tidak mencari mahasiswa tetapi kita kita ini yang mencari UPNVY untuk bisa meneruskan pendidikan menjadi seorang sarjana dimana kelak ilmunya bisa dipakai untuk kerja sehingga bisa mensejahterakan diri kita yang nantinya berimbas kesejahterann keluarga dan lingkungan kita.
    Kita masuk UPNVY di awal maka kita akan sepakat dengan segala aturan yang ada, kita akan masuk pertama kali tidak pernah menanyakan bagaimana aturan UPNVY. Sehingga kita dengan iklas waktu tes masuk adalah apapun aturan di UPNVY maka kita akan ikuti.
    Apakah setelah kita menjadi mahasiswa di UPNVY dan difasilitasi untuk belajar berorganisasi dengan adanya Organisasi Kemahasiswaan (OK) trus kita akan merusak aturan yang sudah dibuat lebih dulu, dimana awalnya kita sepakat.
    Pelatihan berorganisasi di dalam OK sebetulnya akan menjadikan kita lebih dewasa berpikir dan bertindak, bukan malah dalam bertindak yang anarkis.
    Bagi mahasiswa baru, saya hanya menghimbau, apakah tujuan utama anda masuk ke UPNVY?. Mestinya adalah untuk mencerdaskan diri agar bisa hidup lebih sejahtera di kemudian hari. Langkah anda disaat ini merupakan jalan awal untuk hidup anda dikemudian hari. Langkah awal yang salah maka anda akan terjerembab dalam kehidupan dikemudian hari.
    Saya rasa UPN bukan singkatan University Pengen Negeri. Kalau anda lihat saat ini bahwa UPN dahulunya adalah PT Kedinasan di bawah Kementrian Pertahanan (dahulu Departemen Pertahanan dan Keamanan) sehingga seluruh asset UPN adalah milik negara.
    Setelah Pemerintahan Soeharto turun, maka asset Kementrian yang menggunakan uang negara tetapi tidak untuk kepentingan Kementrian harus dikeluarkan dari kementrian, sehingga UPN dipayungi dengan dibawah Yayasan.
    Dengan berkembangnya aturan Pemerintah sekarang tentang penggunaan asset negara maka UPN diharapkan kembali ke Negeri karena sebagian besar asset Negera. Jadi tidak ada UPN itu University Pengen Negeri.
    Saya sangat menyayangkan kalau ada pemahaman mahasiswa yang tidak mencari tahi lebih dahulu kemudian menulis yang tidak tidak tanpa klarifikasi informasi. Ini hanya menyesatkan wacana saja.
    Sebetulnya kalau memang UPN di tahun depan bisa menjadi Perguruan Tinggi Negeri maka yang diuntungkan adalah para mahasiswanya. Kalau UPN nya mungkin malah susah karena harus mengikuti segala atuarn Pemerintah untuk pendidikan dan keuangannya.
    Sekali lagi, saya hanya berharap jadilah mahasiswa yang selalu tahu akan aturan dan aturan tersebut telah kita sepakati. Aturan dibuat untuk kebaikan semua.
    Kalau tidak senang dengan aturan maka kita keluar dari komunitas tersebut artinya ya kita keluar dari UPN.
    Kalau memang ada aturan di UPN ada yang tidak pas dalam pelaksanaan maka dibicarakan dengan musyawarah tuk mufakat demi kesejhateraan semua.
    Cintailah kampus kita UPNVY karena bagaimanapun kita yang memilih UPN tuk mendidik kita menjadi sarjana dimana kita nantinya akan menjadi alumni UPN, tak akan pernah anda menjadi alumni PT lain.
    Selama hidup kita akan melekat sebagai alumni UPNVY sampai mati, tetapi kalau kita sewaktu menjadi mahasiswa di UPN membuat ulah maka cap alumni thd diri kita adalah orang yang tidak bisa diajak kerjasama. Akibatnya nantinya akan sulit dalam kebersamaan dengan alumni.
    Saya sebagai alumni, sampai saat ini telah merasakan keuntungan akan kebersamaan ini.
    Sekali lagi, saya hanya berharap kalau pengurus OK tidak senang terhadap aturan UPN dimana aturan ini untuk kebaikan semua maka pengurus OK sebagai mahasiswa menyatakan mengundurkan diri dari mahasiswa, ini akan kelihatan sebagai seorang yang kesatria. Bukan mengajak para mahasiswa lain tuk mengikuti penolakan tersebut.
    Bagi mahasiswa baru maka ikuti segala aturan yang ada, karena aturan di buat untu kebaikan bersama.

    Salam

    Sangkil

  12. enviroleeb says:

    Maaf sebelumnya mas. Kalo aturanny ditegakkan dengan baik, mungkin mahasiswa smua sepakat. Masalahnya aturan di UPN itu tidak tetap.

    Waktu awal masuk dulu, saya diberitahu harus menepati jadwal kuliah, ternyata tak ssederhna itu di UPN. 4 tahun saya kuliah di UPN, tidak pernh satu semestr pun jadwal yng tetapppppp. Selalu saja ada perubahan yang mengganggu dan semena-mena. Apa aaturan seperti itu yg mau di ikuti?saya kita itu tidak ada di perjanjian.

    Sehrusnya kampus juga memberi tahu dan mnjelaskan turan sebelum mhasiswa kuliah di UPN.

    Saya tidak munafik dg apa ynag terjdi di UPN. Sedih sih sedih mas, kita jg sangat prihatin dg aturan UPN yang seperti itu😥

Tinggalkan Komentar Anda Disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s