MAHASISWA PEDULI PENDIDIKAN : Ayo Sumbangkan Buku Bekas Anda untuk Kemajuan Pendidikan Desa Tertinggal

Yogyakarta, EJ-Dalam rangka memajukan pendidikan melalui Taman Bacaan, maka kami, TIM yang dibentuk dan bergerak secara sukarela, independen, dan nonkomersial, bermaksud mengumpulkan buku-buku bekas dari semua kalangan, terutama mahasiswa/i dan kalangan intelektual yang berkuliah di Yogyakarta untuk disumbangkan bagi kepentingan kemajuan pendidikan masyarakat secara tidak langsung.

Sumbangan buku bekas ini dialamatkan pada Taman Bacaan “GANESHA”. Sebuah Taman Bacaan yang didirikan di Desa Pematang Rahim, Kec. Mendahara Ulu, Kab. Tanjung Jabung Timur, Provisnsi Jambi. Taman Bacaan “GANESHA” untuk sementara ini masih dikelola oleh ibu Nur Asiah secara “home management”, dengan konsep pengelolaan yang diarahkan pada pengelolaan modern, dan diharapkan semakin lama pengelolaannya sesuai standard perpustakaan pada umumnya.

Tujuan

Pendirian Taman Bacaan ini bertujuan antara lain :

  • Menyediakan tempat berkumpul dan meluangkan waktu yang positif kepada anak-anak kecil, remaja, dewasa, dan maupun orang tua disekitar lokasi taman bacaan
  • Menyediakan referensi yang berguna dan dapat dimanfaatkan oleh Pelajar (SD, SMP, SMA, PT), pengajar, maupun pekerja disekitar lokasi taman bacaan untuk kehidupan sehari-hari maupun pekerjaan dan pendidikan
  • Membuka pikiran secara tidak langsung melalui partisipasi inisiatif dari masyarakat (Anak kecil, remaja, dewasa, dan orang tua)
  • Membangun minat baca dan kesadaran social masyarakat melalui media bacaan

Sekilas Mengenai Kondisi Kemasyarakatan, Pemuda, dan Pendidikan Disekitar Lokasi Taman Bacaan GANESHA

Desa Pematang Rahim, Kec. Mendahara Ulu, Kab. Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi merupakan daerah pemekaran dari Desa Mendahara Ulu. Desa ini terletak di Jalan Lintas Simpang Kiri-Muara Sabak. Lokasi taman bacaan ini merupakan tempat pertemuan masyarakat dari daerah disekitarnya, baik dari jalur darat maupun dari jalur sungai.

Hari Rabu merupakan hari “Pasar” di Desa Pematang Rahim. Pada hari itu akan berkumpul masyarakat dari Mendahara Ulu, Mendahara Ilir, dan Mendahara Tengah melalui jalur sungai, masyarakat dari daerah jalan lintas Simpang Kiri-Sungai Toman-Simpang Abadi, dan masyarakat dari daerah sepanjang jalan lintas Simpang Kiri-Geragai-Muara Sabak.

Kondisi Demografis

Pekerjaan

Pada umumnya masyarakat Desa Pematang Rahim bekerja sebagai petani kebun, buruh, pedagang, pegawai negeri, pegawai swasta dan wiraswasta.

Pendidikan

Berdasarkan tingkat pendidikan, masyarakat di Desa Pematang Rahim dan sekitarnya masih tertinggal dibandingkan daerah pada umumnya di Pulau Jawa. Bahkan, Kabupaten Tanjung Timur yang baru dimekarkan pada tahun 2000 juga masih tertinggal tingkat pendidikannya disbanding beberapa kabupaten disekitarnya seperti Kab. Tanjung Jabung Barat dan Kab. Muaro Jambi

Dengan tingkat pendidikan yang dominan adalah lulusan SD, kemudian SMP, lalu SMA. Hanya segelintir saja yang beruntung dan sadar untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

Di Desa ini hanya ada dua sekolah menengah atas (SMK dan SMA), dua sekolah menengah pertama, dua sekolah dasar, dan satu Taman kanak-kanak. Perguruan tinggi terdekat adalah Universitas Terbuka yang terletak di Muara Sabak, ibukota Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang jaraknya lebih Desa Pematang Rahim.

Stereotip Masyarakat Tentang Pendidikan dan Perilaku Masyarakat Pada Umumnya Di Desa Pematang Rahim

Sebagian besar masyarakat Desa Pematang Rahim masih menomorduakan pendidikan. Baik pendidikan formal maupun informal. Pendidikan tidak dipercaya sebagai alat yang membuat masyarakat menjadi sejahtera. Dalam masyarakat, dikalangan orang tua masih berkembang anggapan bahwa :

Daripada buang uang banyak untuk sekolahkan anak, lebih baik anaknya bekerja bantu penghasilan orang tua. Tamat SMP atau SMA sudah lebih dari cukup. Bisa kuliah itu sudah termasuk luarbiasa”.

Hal ini dapat dilihat secara nyata di masyarakat awam pada umumnya.

Pemikiran umum masih tidak terbuka pada pendidikan dan dunia luar. Hal ini juga dipengaruhi oleh interaksi dengan dunia luar yang kurang. Oleh karena itu, motivasi dan kesadaran untuk menuntut ilmu, baik formal maupun informal, sejauh-jauhnya dan setinggi-tingginya masih sangat kurang. Orang yang berpikiran luas, berwawasan luas, pengalaman yang banyak dan berpendidikan masih tergolong langka dan luar biasa di Desa Pematang Rahim.

Oleh karena keterbelakangan tingkat pendidikan dan kurangnya interaksi dengan dunia luar ini maka ini inisiatif dan kreatifitas masyarakat dalam kehidupan sehari-hari ataupun dalam pekerjaan juga kurang. Bahkan jarang sekali ditemui orang yang memiliki kreatifitas untuk mengembangkan sumberdaya yagn berlimpah tak termanfaatkan disana.

Pekerja kebun, petani, pedagang, pemilik toko  dan warung, dan berbagai profesi lainnya masih menerapkan cara lama yang sudah ada sebelumnya. Bahkan cara-cara yagn sudah kadaluarsa pun masih diterapkan karena minimnya pengetahuan tentang cara-cara baru yang lebih efektif. Tidak ada inisiatif untuk memodifikasi cara lama itu menjadi lebih relevan dengan perkembangan jaman. Pengembangan pekerjaan masih terbatas pada tahap “untuk mengisi perut dan membiayai hidup”. Pandangan akan masa depan dan cara-cara yang kreatif inovatif masih jauh, kalau tak ingin dibilang tidak ada sama sekali.

Anak-anak kecil banyak menghabiskan waktu luangnya (selain mengaji, sekolah) untuk bermain. Sekarang permainan tradisional juga sudah banyak ditinggalkan, berganti dengan permainan modern seperti Play Station yang sangat besar daya rusaknya. Remaja banyak menghabiskan waktu (selain sekolah) untuk mengobrol, bersih-bersih rumah, membantu penghasilan keluarga, berkumpul bersama teman untuk sekedar santai atau duduk-duduk. Sedikit sekali yang memanfaatkan waktu luangnya untuk kegiatan seperti belajar, berorganisasi, atau berkegiatan dibidang-bidang tertentu. Orang dewasa biasanya menghabiskan waktu (setelah bekerja, kecuali pengangguran) untuk berkumpul dengan sesame orang dewasa, minum kopi di warung dan berbincang tentang apa saja, atau membahas pekerjaan, umumnya juga bersama teman kerjanya. Sementara orang tua biasanya menghabiskan waktu di rumah, mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang ringan atau hanya duduk-duduk diluar rumah bersama anak-anaknya saat bersantai.

Jarang sekali ditemukan kelompok masyarakat (dengan usia atau pekerjaan tertentu) yang memanfaatkan waktu luangnya untuk membaca, menambah wawasan, bahkan dari Koran sekalipun. Umumnya berita yang diminati adalah yang bersentuhan langsung dengan kehidupan mereka. Selain karena keterbatasan  media (surat kabar, buku, majalah, dll), hal ini juga disebabkan karena kesadaran dan minat baca yang masih rendah. Kehadiran internet, dengan harga yang cukup mahal untuk ukuran di Pulau Jawa juga belum dapat membantu. Internet masih dianggap sebagai media yang susah digunakan, dan penggunaannya pun masih terbatas pada kalangan yang melek teknologi. Anak muda kebanyak menggunakan internet hanya sebatas hiburan, bahkan banyak juga yang mengarah pada pornografi.

Oleh karena itulah, dengan mendirikan taman bacaan ini kami berharap perlahan-lahan muncul  kesadaran social masyarakat pada pendidikan. Harapannya kedepan, dengan berjalannya waktu, minat baca masyarakat berangsur-angsur mengalami peningkatan. Sehingga dalam jangka waktu yang lama akan membuka wawasan, pemikiran, cara pandang dan perilaku masyarakat di Desa Pematang Rahim terhadap dunia luar dan dalam menghadapi hidup dan kehidupan yang luas.

Jika anda tertarik, berminat, atau tersentuh hatinya untuk membantu memajukan pendidikan dan pemikiran masyarakat melalui media bacaan, maka anda daapt menyumbangkan buku bekas anda pada Taman Bacaan “GANESHA” di Desa Pematang Rahim, Kec. Mendahara Ulu, Kab. Tanjung Jabung Timur, Jambi. Sumbangan anda dapat diserahkan langsung atau jika tidak memungkinkan kami bersedia menjemput langsung ke lokasi.

Teknis pengumpulan buku dan pengiriman buku :

  • Pengumpulan buku bekas tahap pertama kami laksanakan mulai tanggal 10-21 Oktober 2011. Pengumpulan tahap dua kami laksanakan pada tanggal 26 Oktober 2011-12 November 2011
  • Pengiriman akan dilaksanakan dengan dua tahap. Pertama tanggal 25 Oktober 2011, dan kedua pada tanggal 16 November 2011
  • Sekretariat : Jl. Krodan No.42 RT/RW 02/03 Maguwoharjo Depok Sleman DIY 55282 (50 meter sebelah barat daya Universitas Sanata Dharma Kampus III)
  • Untuk pengumpulan di Kampus UPN akan dapat diserahkan langsung pada Kontak Person di Depan Tempat Pendaftaran Mahasiswa Baru UPN, Kampus I-Gedung perpustakaan Pusat Lantai Dasar (Harap menghubungi kontak person terlebih dahulu)

 

Hubungi Kontak Person :
Rocky Reza Moniaga (0853 2662 9889)

Nurul Amin (0857 4755 9907)

Pekerja sukarela untuk mengumpulkan buku bekas dari kalangan Mahasiswa/i dan Intelektual Yogyakarta

Kegiatan sosial kemasyarakatan ini didukung oleh Taman Bacaan GANESHA dan Environment Journalist Community serta seluruh mahasiswa/i di Yogyakarta yang berpartisipasi


About CM Community

Terima kasih telah berkunjung ke Blog kami. Berminat menulis disini? Kirim tulisan anda segera ke envirojournal@gmail.com.
Gallery | This entry was posted in Organisasi kampus. Bookmark the permalink.

2 Responses to MAHASISWA PEDULI PENDIDIKAN : Ayo Sumbangkan Buku Bekas Anda untuk Kemajuan Pendidikan Desa Tertinggal

  1. nurhadijah says:

    as,,,
    saya mau nanya, taman bacaan di desa pematang rahim dimana ya, setahu aq cuma ada di kantor desa,,,
    saya sangat tertarik untuk ikut bergabung,,, sebenarnya saya ada rencana juga mau buka taman bacaan dirumah saya yang didesa pematang rahim,,,tapi blum smpat terlaksana, karna saya masih kuliah di jogja,,,,

  2. CM Community says:

    Alhamdulillah ada juga yang merespon🙂
    Ada..kmren tahun 2012 saya kirim bku k tempat kakak sy…Namanya Nur Asiah, rumahnya d dekat jembatan (yang banyak speedboat)…Taman Bacaannya terintegrasi sma Toko. Pengelolanya keponakan n kakak sya itu..
    Ya emank sirkulasi n perkembangannya blum bergeliat sih..butuh orang yg serius mw ngurusin it memang… ntar sya minta update foto dari dia deh..kmren sya bawa bku sekitar 40 kilogram…sebagian besar sumbangan dari kawan-kawan d Jogja..

    Kuliahnya dmn? barangkali kita bs ketemu buat mmbahas ttg ini.. ini email saya : bluesky070067@gmail.com
    Sya dari Mendahara Ulu jg🙂

Tinggalkan Komentar Anda Disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s