Berdirinya Ikatan Alumni TL Mendesak

Sembilan tahun sejak berdirinya program studi Teknik Lingkungan UPNVY pada tahun 2002, hingga sekarang tahun 2011, Ikatan Alumni Teknik Lingkungan belum juga berhasil terbentuk.

Padahal hingga kini sudah banyak alumni yang bekerja dan cukup mapan. Mereka tersebar di pemerintahan, perusahaan swasta, perusahaan pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan Wiraswasta. Baik yang dapat dikonfirmasi, maupun yang tidak terdeteksi sama sekali.

Ikatan Alumni adalah salah satu dari tiga pilar yang sangat menentukan kekuatan sebuah program studi. Dua yang lainnya yaitu pengelola kampus dan mahasiswa-mahasiswi. Ikatan alumni merupakan jembatan paling efektif untuk menghubungkan program studi dengan pemerintah dan kalangan industri yang notabene-nya merupakan stakeholder yang memakai lulusan perguruan tinggi.

Kendala utama adalah masalah koordinasi dan komunikasi. Untuk mengumpulkan alumni dalam satu wadah sangat sulit. Terutama dalam hal mencocokkan waktu pertemuan dan menyamakan persepsi. Hal ini karena masing-masing alumni punya tanggung jawab pekerjaan yang tak bisa ditinggalkan.

Sementara kendala yang berasal dari faktor non teknis yaitu masalah kesadaran dari mahasiswa-mahasiswi, pengelola kampus, dan dari alumni sendiri akan pentingnya keberadaan sebuah wadah yang menampung alumni-alumni memang masih rendah.

Hal ini diakui oleh Ameck (Ilham Hidayat, angkatan 2008), Koordinator Pembentukan Ikatan Alumni Teknik Lingkungan.

Saya kirim email kepada alumni yang saya dapatkan dari TU TL, tapi hanya satu orang yang membalas. Saya kirim postingan di group facebook Pembentukan Ikatan Alumni juga tidak ada yang respon. Mau telpon satu-satu, saya terkendala dana” Ujarnya.

Tim Pembentukan Ikatan Alumni Teknik Lingkungan adalah tim yang dibentuk berdasarkan inisiatif mahasiswa Teknik Lingkungan untuk membentuk sebuah wadah Ikatan Alumni TL secara menyeluruh. Selama ini alumni tetap berkomunikasi berdasarkan angkatan masing-masing. Melalui wadah ini diharapkan alumni dapat berkumpul secara menyeluruh untuk kemajuan TL UPN.

Usaha-usaha kearah pembentukan ikatan alumni telah lama digaungkan. Namun sebelum pertemuan di cafe D’Angmo Babarsari 29 Januari 2010, usaha-usaha tersebut masih terbatas per-angkatan. Sejak pertemuan di Cafe D’Angmo itu, usaha diarahkan lebih menyeluruh.

Pertemuan di Cafe D’Angmo yang diselenggarakan oleh panitia dengan Asyikin, angkatan 2009 sebagai koordinator ini berhasil mencapai kesepakatan sebagai berikut :

  1. Menyepakati bahwa Ikatan alumni adalah kepentingan bersama seluruh mahasiswa TL dan Alumni TL
  2. Membentuk panitia pembentukan IATL.
  3. Menyepakati akan diadakan pertemuan besar antara mahasiswa dan Alumni TL untuk membahas Landasan dan arah kerja IATL, Bentuk organisasi, jalur koordinasi, dan hal-hal lain yang dianggap perlu.
  4. Panitia pertemuan berkoordinasi langsung dengan Humas HMTL, Ketua panitia Ilham hidayat, angkatan 2008.

Pertemuan ini dihadiri oleh mahasiswa Teknik Lingkungan dari angkatan 2004 sampai 2010 dan beberapa orang alumni.

Perkembangan dari pertemuan ini adalah pada saat MUBES HMTL tanggal 30 April-01 Mei 2011. Pada akhir pertemuan berhasil disepakati Logo Ikatan Alumni Teknik Lingkungan yang merupakan penggabungan desain dari dua peserta sayembara. Beberapa bulan sebelum MUBES tersebut, Panitia Pembentukan Ikatan Alumni mengadakan sayembara “Membuat logo Ikatan Alumni”.

Logo ini merupakan desain kasar dan belum ditetapkan, namun sudah disetujui untuk dimajukan saat pertemuan puncak pembentukan IATL. Menurut panita pembentukan IATL, logo ini masih bisa direvisi tanpa menghilangkan esensi utama dari elemen-elemen didalam logo (untuk menghargai jerih payah desainer).

Usaha-usaha dengan sekian kendalanya terus dilakukan oleh Panitia Pembentukan IATL. Respon dan dukungan yang minim membuat kinerja panitia terseok-seok selama beberapa bulan. Namun panitia tidak menunjukkan rasa putus asa. Sampai bulan Okteober 2011 ini panitia masih terlihat bekerja sesuai kemampuannya, meski terlihat lamban, hal itu dapat dimaklumi ditengah kondisi sekarang.

Panitia sangat mengharapkan dukungan dari kawan-kawan mahasiswa TL, dukungan dari pihak pengelola Teknik Lingkungan, dukungan dari Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan, dan tentunya dukungan dari Alumni Teknik Lingkungan” Demikian harap Ameck pada pertemuan dengan penulis di Goeboex Cafe, Seturan-Yogyakarta beberapa jam yang lalu.

Ameck mengatakan dalam waktu dekat ini akan mengadakan pertemuan lagi untuk membahas masalah pembentukan IATL.Meski menyamakan waktu untuk pertemuan ini merupakan hal yang sulit, tetapi tetap harus diusahakan agar masalahnya dapat terselesaikan.

Kita berusaha mencari ‘moment’ yang tepat untuk mengadakan pertemuan besar, nanti semua akan dihubungi lagi oleh panitia” Ujarnya

Tentu saja, kita semua juga sangat mengharapkan Teknik Lingkungan memiliki Ikatan Alumni yang kuat sebagaimana yang dimiliki oleh jurusan-jurusan besar. Tapi untuk menuju kearah itu bukanlah perkara mudah. Kita perlu bersatu sejak menjadi mahasiswa. Kita perlu menyamakan persepsi dengan pengelola kampus. Kita tetap harus merapatkan barisan setelah lulus. Dan kita juga harus mampu menjawab tantangan pekerjaan setelah kita bekerja. Lalu kita berkumpul kembali sebagai Alumni Teknik Lingkungan dalam sebuah ikatan yang bernama IATL UPN. (Nurul Amin/EJ)

About CM Community

Terima kasih telah berkunjung ke Blog kami. Berminat menulis disini? Kirim tulisan anda segera ke envirojournal@gmail.com.
Gallery | This entry was posted in Organisasi kampus. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Komentar Anda Disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s