Supremasi dan hegemoni

Yogyakarta, 20 Oktober-2011-Supremasi dan hegemoni dapat direkayasa untuk menumbuhkan kecintaan pada golongan sendiri. Bagaimana? Mari kita simak dan renungkan.

Supremasi merujuk pada kekuasaan tertinggi. Misalnya begini : militer Amerika Serikat menunjukkan supremasi di bidang militer dengan menjadi polisi dunia (world police). Amerika melalui propoganda-propogandanya mempengaruhi opini publik dunia untuk membenci negara tertentu dan menggiring publik untuk menyetujui serangan militer terhadap negara tersebut. Dalam hal ini tentu Amerika menjadi pemimpin tertinggi militer didalam koalisi ataupun sendiri.

Hegemoni merujuk pada dominasi suatu golongan atas golongan lain. Dari arti awal ini, suatu hegemoni dapat digunakan untuk menunjukkan kekuasaan satu pihak atas pihak lainnya. Meskipun secara formal tidak terlihat kekuasaan formal atas suatu golongan, dengan adanya hegemoni menunjukkan secara tersirat bahwa suatu golongan lebih dominan daripada golongan lainnya.

Supremasi dan hegemoni ini dapat direkayasa dengan cara mengatur suatu peristiwa dimana suatu golongan tampak sangat dominan dari golongan lain. Misalnya, waktu tertentu, mahasiswa Teknik Lingkungan mengunjungi suatu cafe dimana 80 % pengunjungnya adalah mahasiswa Teknik Lingkungan (TL). Dengan menggunakan atribut yang mencolok dan dominan, misalnya Korsa Hijau. Pengunjung lain yang bukan mahasiswa Teknik Lingkungan akan mengira bahwa mahasiswa TL ini sangat kompak dan solid.

Contoh lebih jelasnya lagi begini : Misalnya pada malam minggu. Di Kali Code merupakan tempat nongkrong yang ramai. Ada ratusan pemuda-pemudi dengan latar belakang mahasiswa/pelajar nongkrong disana. Tetapi kebanyakan dari mereka datang ebrgerombol sekitar 2-10 orang dimasing-masing tempat duduk. Saat sedang ramai itu, datanglah mahasiswa TL dengan korsa Hijau sekitar 100 Orang. Mereka juga nongkrong di Kali Code itu, dengan tempat duduk yang menyatu tetapi dibagi menjadi beberapa tempat duduk lesehan. Pemandangan seperti ini dapat memunculkan kesan supremasi dan hegemoni mahasiswa TL di Kali Code tersebut, dimana mahasiswa TL lebih dominan daripada golongan lain yang ada disana.

Penilaian mengenai supremasi dan hegemoni seperti contoh diatas akan semakin kuat seandainya hal tersebut diulang-ulang, sering terjadi, dilihat oleh orang yang berbeda-beda (masih dalam satu klan/golongan tertentu) dan dalam kesempatan berbeda-beda pula. Mengapa? karena pemandangan visual ini akan terekam diotak orang yang melihatnya, kemudian mengenalnya, lalu karena terus berulang, maka rekaman tersebut akan semakin tertancap.

Mahasiswa lain yang sering melihat hal ini mungkin berkata : “Mahasiswa TL adalah mahasiswa yang kompak dan solid. Buktinya : Kemarin dan kemarinnya lagi mereka datang kesini (Kali Code) sampai puluhan bahkan ratusan orang dengan atribut yang sama. Saya sering melihat mereka

Supremasi dan hegemoni dapat berkembang ke dua arah. Pertama arah militansi. Militansi ini termasuk perkembangan yang baik, dimana mahasiswa TL mencintai dirinya dan apa yang melekat pada dirinya. Responsif dan reaktif dengan apa-apa yang bersinggungan dengan masalah mahasiswa TL.

Namun dapat juga berkembang ke arah arogansi. Arogansi ini merupakan sikap sombong, memandang golongan lain rendah dan lemah dan mahasiswa TL lah yang paling hebat. Arogansi ini membuat pikiran menjadi sempit dan akhirnya lupa diri.

Supremasi dan hegemoni memang dapat diarahkan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi suatu golongan. Terutama untuk tarap internal suatu golongan. Tetapi jika terlalu berlebihan dan diletakkan pada tempat yang tidak tepat, bisa saja hal ini menimbulkan kecemburuan dan gesekan dengan golongan lain. Jadi semua tergantung dari penggunaannya. (Nurul Amin/EJ)

About CM Community

Terima kasih telah berkunjung ke Blog kami. Berminat menulis disini? Kirim tulisan anda segera ke envirojournal@gmail.com.
Gallery | This entry was posted in Sastra. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Komentar Anda Disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s