Environmental Character Building (Pembangunan Karakter Lingkungan)

Yogyakarta, 02 November 2011-Character Building atau pembangunan karakter sebenarnya bukanlah hal baru. Jauh sebelum isu ini didengungkan dalam pendidikan Indonesia dewasa ini sebenarnya telah ada orang yang menyuarakan dan mengumandangkannya.

Siapa dia? Ir. Soekarno, the Founding Father of Indonesia telah lama menggelorakan pentingnya pembangunan karakter ini dalam membangun bangsa. Pembangunan karakter menurut Bung Karno tersirat dalam Trisakti, yaitu :

  1. Berdaulat secara politik
  2. Berdikari secara ekonomi
  3. Berkepribadian secara sosial budaya

Pembangunan fisik saja tidak menjamin terciptanya kesejahteraan dan kekuatan. Pembangunan fisik akan percuma dan mubazir jika insan yang merasakan, menggunakan, melaksanakan hasil pembangunan fisik itu tidak memiliki karakter.

Contohnya : Pemerintah membangun toilet yang bagus di bandara-bandara. Tetapi insan Indonesia tidak punya kesadaran yang kuat untuk menjaga kebersihan. Banyak orang buang air tanpa disiram, pemeliharaan toilet tidak dilakukan. Akhirnya toilet yang semula bagus itu menjadi kotor, tak terpelihara dan rusak. Artinya Insan Indonesia belum memiliki karakter yang sesuai sebagai warga negara yang baik.

Karakter merujuk pada kebiasaan, perilaku, prinsip, etika, sikap yang didukung oleh pengetahuan dan wawasan akan sesuatu. Karakter seseorang dapat dinilai berdasarkan track record-nya.Penilaiannya pun hanya penilaian kualitatif. Tidak ada angka yang bisa menjelaskan bagaimana karakter seseorang, suatu kelompok, atau suatu kumpulan. Tetapi kita dapat mengatakan seseorang punya karakter kuat berdasarkan penelusuran atas sikap, perilaku, dan prinsip-prinsipnya dipegangnya.

Mengapa penggiat lingkungan perlu memiliki karakter yang khas?

Jika orang tambang identik dengan karakter ekspoitatifnya, orang ekonomi identik dengan karakter ekonomisnya, orang hukum identik dengan karakter yuridis dan faktuilnya, maka sudah sewajarnya orang lingkungan memiliki karakter environmentalis (ramah lingkungan).

Dalam pekerjaan sehari-hari insan Lingkungan akan berhadapan dengan dunia yang tak ramah dengan lingkungan. Dimana-mana orang membuang sampah sembarangan, dimana-mana perusahaan mencemari lingkungan, dimana-mana perusahaan mengeksploitasi membabi buta, dimana-mana ada polusi, dimana-mana ada kecurangan dalam penyusunan AMDAL, penyusunan Proper, pembuatan Ijin pengelolaan wilayah, dan sebagainya.

Jika insan Lingkungan tidak punya karakter environmentalis, lalu pada siapa akan diserahkan tanggungjawab pengawasan, pelestarian, pengelolaan, penyelamatan lingkungan? Notabene-nya insan Lingkungan dianggap paling mengerti (profesional) dalam hal yang berhubungan dengan masalah lingkungan.

Apa kita berharap sarjana ekonomi mengurusi masalah lingkungan? Atau kita berharap pada sarjana pendidikan mengurusi masalah lingkungan? atau mungkin kita berharap pada tamatan SMA atau SMK untuk mengurusi masalah lingkungan? sementara kita ada disitu juga. Kalau begitu, tidak ada artinya ilmu pengetahuan lingkungan yang sudah kita dapatkan bukan?

Bagaimana membangun karakter lingkungan yang kuat?

Mendidik orang untuk berkarakter lingkungan bukanlah hal yang mudah. Tetapi bukanlah hal yang tak bisa dilakukan. Memang butuh proses panjang dan usaha yang terus menerus. Pendidikan yang terus menerus ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian dari diri target*. Setelah kesadaran telah muncul, maka diperlukan pembiasaan secara inisiatif oleh target yang bersangkutan secara mandiri.

Membangun karakter lingkungan yang paling efektif adalah dengan membiasakan target pada masalah-masalah yang berhubungan dengan isu-isu lingkungan. Membuat target menjadi sensitif atas masalah-masalah lingkungan yang terjadi disekitarnya.

Dengan berlandaskan pengetahuan teoritik yang telah diperoleh dikampus, realitas yagn terjadi dimasyarakat, kesadaran yang telah tumbuh secara mandiri, dan keberanian untuk melakukan tindakan yang diyakini, semuanya diramu, dicampur aduk dengan porsi yang pas menjadi sebuah tindakan yang nyata untuk menanggapi isu-isu yang ada.

Sikap dan tindakan yang berdasarkan prinsip-prinsip lingkungan ini, yang dilakukan terus menerus sebagai respon atas realita yang ada, lama kelamaan akan menunjukkan ciri yang khas sebagai sikap yang berkarakter lingkungan. (Nurul Amin/EJ)

About CM Community

Terima kasih telah berkunjung ke Blog kami. Berminat menulis disini? Kirim tulisan anda segera ke envirojournal@gmail.com.
Gallery | This entry was posted in Education of Nature. Bookmark the permalink.

2 Responses to Environmental Character Building (Pembangunan Karakter Lingkungan)

  1. Saya seh lebih tertarik dengan pendidikan moral deh. Saya rasa kalau sejak kecil seorang anak diajari bahwa dia punya tanggung jawab hidup, secara otomatis dia akan peduli dengan sekelilingnya. Termasuk ke lingkungan

  2. enviroleeb says:

    Yups…saya jg sepakat…
    cakupan moral memang menyeluruh…
    dan untuk penggiat lingkungan ada yang namanya etika lingkungan😀

Tinggalkan Komentar Anda Disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s