Teknik Lingkungan, Jurusan yang tidak menjurus

Yogyakarta, 12 November 2011-Anda pernah mendengar jurusan Teknik Lingkungan? Atau menurut aturan baru sekarang disebut Program Studi Teknik Lingkungan (PSTL)? PSTL adalah sebuah program studi di suatu universitas yang mengkonsentrasikan diri pada masalah-masalah lingkungan.

Ada beberapa model PSTL di Indonesia. Hal ini dapat kita lihat dari konsentrasi di masing-masing PSTL. Ada yang konsentrasi utamanya ke masalah perlimbahan, contohnya di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, ada yang fokus ke Perencanaan dan Pembangunan Wilayah atau lebih keren disebut Planologi, contohnya di STTL (Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan) Yogyakarta, ada yang berkonsentrasi pada Konservasi, contohnya di Institut Pertanian Bogor, ada yang ke masalah kebumian, contohnya di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta, dan masih ada model-model yang lain.

Berdasarkan teori ABC, pokok bahasan lingkungan mewakili tiga komponen lingkungan. Tiga komponen ini yaitu A=Abiotic (komponen hidup), B=Biotic (komponen tak hidup), C=Culture (Sosial-budaya). Jika dikembangkan, teori ini akan menjadi pembahasan yang sangat-sangat luas.

Masalah Lingkungan hampir menyentuh semua disiplin ilmu pengetahuan. Ilmu sosial budaya termuat, ilmu kesehatan termuat ….ilmu pertanian, ilmu geologi, sangat banyak ilmu yang harus dipelajari. Sebagian merupakan ilmu dasar, sebagian lagi merupakan ilmu terapan.

Ketika masuk gerbang PSTL kita seakan melihat pintu yang sempit. Tetapi cobalah anda masuk ke dalamnya, dan melongok sebentar untuk memahami yang sebenarnya, anda akan mendapati pembahasan yang maha luas.

Dengan disiplin ilmu sebanyak itu, ketika anda memilih berkonsentrasi di PSTL, anda sebenarnya bukan sedang menjuruskan diri anda pada suatu konsentrasi pendidikan. Anda malah sedang keluar dari konsep konsentrasi yang sebenarnya. Mengapa? Karena ilmu yang harus anda pahami secara teliti terlalu banyak, terlalu luas.

Untuk dapat mengupas tuntas masalah lingkungan dalam lingkup akademik, sebenarnya tidak cukup dengan menjadikan Teknik Lingkungan hanya sebatas Program Studi. Program Studi terlalu kecil untuk menampung disiplin ilmu yang begitu banyak, yang seharusnya harus diikut-sertakan dalam membahas masalah lingkungan.

Sepantasnya masalah lingkungan dibahas dalam satu wadah sendiri yang secara menyeluruh mengerucutkan poin-poin penting lingkungan dalam satu konsentrasi sendiri. Sepantasnya lah Teknik Lingkungan menjadi, anggaplah sebuah fakultas, didalam suatu institusi pendidikan yang khusus membahas lingkungan.

Bukankah Teknik Lingkungan masih dapat dikembangkan menjadi beberapa konsentrasi? Misalnya Teknik Lingkungan dapat dikembangkan dalam beberapa program studi, ada yang khusus membahas konservasi, ada yang masalah limbah, ada yang membahas planologi, ada yang membahas energi, dll

Nah, mengutip kata-kata pak Habibie, mantan Menristek RI era Soeharto, di Indonesia memang lebih baik dikembangkan model institut daripada universitas. Mengapa? karena institut lebih mengerucutkan suatu pokok-pokok pendidikan, sehingga ilmu dan bahasan yang diperoleh lebih rinci.

barangkali, sekarang ini baru STTL Yogyakarta yang mengikuti langkah seperti arahan Pak Habibie tersebut. Di banyak perguruan tinggi, Lingkungan masih berada dalam taraf program studi. So, bagaimana solusinya menurut anda?? (Nurul Amin/EJ)

About CM Community

Terima kasih telah berkunjung ke Blog kami. Berminat menulis disini? Kirim tulisan anda segera ke envirojournal@gmail.com.
Gallery | This entry was posted in High School. Bookmark the permalink.

14 Responses to Teknik Lingkungan, Jurusan yang tidak menjurus

  1. jhonie11 says:

    saya tidak akan bilang sepakat atau tidak… tapi memang kenyataan yang anda tulis..

  2. enviroleeb says:

    tengkyuu saudara jhoniee….

  3. gio says:

    itulah yang saya alami selami ini
    tetapi untuk menjadi sebuah fakultas,saya belum bisa mengatakan ‘ya’

  4. ikipaka says:

    sebelum menulis seuatu di harapkan cari tau dulu teknik lingkungan itu seperti apa, dari kata lingkungan saja mempunyai arti yang luas, entah yang berhubungan dengan air,tanah dan udara, saya mahasiswa teknik lingkungan, saya rasa semua yang anda tulis masuk dalam matakuliah, tergantung dari seseorang tersebut mau fokus nya kmana, ntah itu ke air,tanah dan udara, semua nya menjurus, bukan tidak menjurus, trims

  5. Talk Less Do MORE says:

    Otak digunakan untuk berfikir terus berpikir dan mempertimbangkan sesuatu. sebelum tangan yang mengambil alih dan menjalankan pendapat pendapat gila yang ada dikepala anda~

    Pikir sekali lagi apa benar “Teknik Lingkungan itu Jurusan yang tidak menjurus”
    haruskah anda menjadi mahasiswa Teknik Lingkungan dulu agar bisa berpikir 2X sebelum mengKoarkan pendapat anda itu?

  6. siti sabrina says:

    nice article, right ?
    😀

  7. enviroleeb says:

    Sebelum berkomentar juga sebaiknya baca dulu tulisannya😀
    Di alinea tiga yang dikomentar anda ini sudah dijelaskan. ABC tau kan?

    Di tulisan ini kan pada dasarnya kami ingin mengatakan bahwa TL itu terlalu luas untuk jadi jurusan, baiknya jadi Institut atau PT, seperti di STTL Yogyakarta

    Terima kasih atas komentarnya.

  8. enviroleeb says:

    Saya mhs TL angkatan 2007, dan saya ketahui beberapa jurusan TL terlalu melebar. Saya bukan hanya berpikir dua kali, mungkin sudah ratusan kali, sampai akhirnya saya yakin jurusan TL terlalu luas untuk menjadi jurusan.

    Jurusan TL lebih baik jadi universitas, atau PT….sehingga didalamnya ada jurusan-jurusan lagi yang lebih spesifik.

    Dan ini bukan sekedar berkoar..ini realita.

  9. enviroleeb says:

    Thanks komentarnya.
    harap dibaca secara keseluruhan…agar maksud yang ingin disampaikan dalam tulisan ini bisa dipahami dengan benar

  10. enviroleeb says:

    Thanks you..

  11. die says:

    itulah S1,, Luas,,,😀 mau yang lebih menjurus, lanjutkan ke S2, coastal enginieering, atau coastal manajemen contohnye,

  12. enviroleeb says:

    yoooii…itu juga betul…tapi beda halnya kalo ada STTL, atau Institut Teknik Lingkungan, atau Fakultas Teknik Lingkungan, pasti S2-nya lebih tajam lagi jurusannya…

    @die : tengkyu komentarnya…Pendiri jurusan kami baru saja mengatakan hal ini secara tersirat bbrapa waktu lalu😀

  13. blank says:

    bener kog..hhahaha!! ane ank TL yg kelabakan

  14. enviroleeb says:

    ada pro atau kontra atas sebuah berita itu wajar saja, karena kita memandang dari sudut yang berbeda.😀

    thanks mas atas komentarnya

Tinggalkan Komentar Anda Disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s