Tomcat is coming…!!

Oleh : Nur Suci Larasati-CRYSTAL

Wah tau gak sih sekarang ini serangga dengan nama ilmiah Paederus Fasciatus atau yang lebih kita kenal dengan nama tomcat atau di beberapa daerah dikenal dengan sebutan semut senai atau semut kayap sedang menjadi trending topic.

Nama tomcat itu sendiri mulai terdengar di kalangan masyarakat setelah maraknya kasus penyerangan oleh serangga yang berukuran 1 hingga 35 mm itu sendiri. Serangga sekecil itu tidak mengigit ataupun menyengat namun menjadi berbahaya ketika mengeluarkan racun dari dalam tubuhnya yang dapat menyebabkan dermatitis, dimana kulit melepuh seperti mengalami luka bakar dan mengeluarkan cairan.

Faktanya tomcat mengeluarkan racun sebagai bentuk perlindungan diri dan kalau pun tomcat akhirnya mengeluarkan cairan racun, cairan racun tersebut akan menyerang jaringan epidermis kulit saja dan tidak mematikan seperti yang sudah digembar-gemborkan bahwa racun tomcat lebih mematikan dari racun kobra.

Dikatakan bahwa racun serangga tomcat  ini konsentrasinya 12 kali lebih besar dari bisa kobra. Namun demikian, racun serangga ini tidak mematikan bila dibandingkan dengan bisa kobra yang biasanya langsung menuju ke jaringan saraf.

Tomcat banyak ditemui di persawahan, hutan dan taman kota dimana tomcat merupakan predator dari serangga kecil lainnya seperti kutu daun dan hama wereng. Lalu apabila tomcat tinggal di areal seperti itu mengapa tomcat harus menyerang areal pemukiman? Hal ini dikarenakan perubahaan cuaca yang ekstrim yang menyebabkan habitat aslinya berkurang dan juga rusak. Tomcat – tomcat pun mulai bermigrasi ke tempat lainnya bahkan sampai daerah pemukiman.

Nah serangga ini sangat menyukai cahaya, jadi bagi daerah yang terkena serangan tomcat hendaknya mulai membatasi cahaya di dalam rumah ataupun dengan memberi lampu terang sebagai umpan perhatian tomcat agar tidak masuk ke dalam rumah.

Satu lagi, kalau serangga ini nemplok di bagian tubuh kita jangan disentuh hendaknya diusir dengan cara ditiup-tiup saja dan apabila sudah terkena racunnya sebaiknya dicuci dengan air mengalir dan sabun kemudian berikan salep dan antibiotik. Biasanya hydrocortisone 1% atau salep betametasone dan antibiotik neomycin sulfat 3 x sehari atau salep Acyclovir 5%. (Crystal)

 

About CM Community

Terima kasih telah berkunjung ke Blog kami. Berminat menulis disini? Kirim tulisan anda segera ke envirojournal@gmail.com.
This entry was posted in All. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Komentar Anda Disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s