Bullying? what the f*ck…???

-Bullying is a form of aggressive behavior manifested by the use of force or coercion to affect others, particularly when the behavior is habitual and involves an imbalance of power-

–en.wikipedia.org/wiki/bullying–

-Bullying adalah bentuk perilaku agresif dimanifestasikan oleh penggunaan kekerasan atau paksaan untuk mempengaruhi orang lain, khususnya ketika perilaku adalah kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan-

–Translate by google translate–

Mahasiswa/i melakukan tindakan Bullying kepada sesama mahasiswa/i ? Tentu saja hal ini tidak dapat dibenarkan. Mari kita garis bawahi kata “Perilaku agresif dimanifestasikan oleh penggunaan kekerasan atau paksaan untuk mempengaruhi orang lain, khususnya ketika perilaku adalah kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan“.

Kita dapat memenggal kalimat diatas menjadi beberapa bagian, lalu kita akan bahas satu persatu.

Pertama ;Perilaku agressif ; menurut istilah psikologi, agresif artinya cenderung (ingin) menyerang sesuatu yg dipandang sbg hal atau situasi yg mengecewakan, menghalangi, atau menghambat –http://www.artikata.com/arti-318020-agresif.html-.

Jadi kita dapat melihat bahwa Bullying merupakan perilaku yang bersifat menyerang. Baik menyerang secara fisik maupun mental. Artinya, sesuatu semacam nasihat, pengajaran dan doktrin yang halus tidak bisa dimasukkan dalam kategori “agresif”.

Kedua; Penggunaan kekerasan dan paksaan ; jelas sekali ini tidak dibenarkan menurut aturan (hukum dan perundang-undangan) yang berlaku. Tindakan ini bisa dikategorikan perbuatan kriminal dan bisa dituntut berdasarkan KUHP (kitab undang-undang hukum pidana).

Kiranya semua orang tahu bahwa tindak kekerasan atau paksaan tidak boleh dilakukan karena melanggar hak orang lain.

Ketiga; untuk mempengaruhi orang lain ; Jika dilakukan secara benar, kiranya perbuatan mempengaruhi orang lain merupakan sesuatu yang sah-sah saja. Mempengaruhi orang lain melalui tindak kekerasan atau paksaan tentu saja kurang bijaksana. Jika kita bisa mempengaruhi orang lain dengan cara yang baik, mengapa harus menggunakan cara yang buruk?

Tetapi jika target yang akan dipengaruhi mengijinkan untuk dipengaruhi oleh pemberi pengaruh, berarti itu tidak termasuk hal yang salah kan?

Keempat; Ketika perilaku adalah kebiasaan ; Kebiasaan berarti perilaku yang selalu diulang-ulang, sering dilakukan, atau sejenisnya.Kebiasaan terkadang bukanlah sesuatu yang dipikirkan secara matang dan terencana, tidak juga dengan latihan yang serius, tetapi lebih karena hal tersebut sering dilakukan.

Orang yang melakukan kebiasaannya sehari-hari tidak perlu berpikir terlalu keras untuk mengulangi kebiasaannya. Pada orang yang terlatih, mereka melakukannya setiap kali tetap dengan perhitungan yang matang.

Kelima; melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan ; artinya ada kesenjangan jumlah kekuasaan antara pelaku bullying dengan korban bullying.

Bagaimana jika keseimbangan kekuasaannya sama, bukankah itu tidak termasuk bullying? lalu siapa yang menentukan siapa yang berkuasa dan yang tidak berkuasa? Pelaku kah, korban kah, pengamat kah, atau penyidik kah?

Mari kita kaitkan dengan apa yang terjadi di sekitar kita. Atau tanpa basa-basi, kita kaitkan dengan yang biasa kita sebut Makrab!

Silahkan lihat dan saksikan artikel berikutnya. Bersambung😀

Note:
Bagian yang termasuk opini adalah pendapat pribadi penulis. (Ibnu Achmad/CEJ)

About CM Community

Terima kasih telah berkunjung ke Blog kami. Berminat menulis disini? Kirim tulisan anda segera ke envirojournal@gmail.com.
Gallery | This entry was posted in All, Organisasi kampus. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Komentar Anda Disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s